yusriahismail.com

Tahapan Membacakan Nyaring Atau Read Aloud

contoh membaca nyaring
Di bulan read aloud international day, saya jadi teringat belum menulis lanjutan tentang membacakan nyaring. Padahal banyak sekali lho manfaat yang saya dapat dari membacakan nyaring ini.

Nah, kali ini saya mau bahas tentang tahapan membacakan nyaring atau read aloud. Eittss, tapi ini bukan sembarang tahapan ya. Ini sebuah tahapan sederhana yang bikin emak-emak pantang mundur bacakan anak buku.

Saya juga dulu berpikir, ya tinggal bacakan saja sih. Ngapain repot?

Hihihi, tenang saja sobat yusri, tahapannya tidak akan menyulitkan mak emak apalagi bikin repot. Hanya saja ini bisa jadi batu loncatan anak agar 'naik kelas' dalam level membaca. Hanya semacam panduan agar anak lebih touch up dengan kegiatan membaca.

Membacakan Nyaring Adalah Kegiatan Sederhana


Sebelum berbicara tahapan membacakan nyaring, bangun mindset kita tentang membacakan nyaring adalah kegiatan yang sederhana. Ya, secara general hanya butuh 3 komponen yaitu yang membacakan buku, buku itu sendiri dan yang dibacakan buku.

Orang yang membacakan perlu bersuara keras dan lantang tapi lugas, intonasi dan penekanan yang tepat sementara anak yang dibacakan buku dalam keadaan ready. Lalu buku yang akan dibacakan adalah pilihan anak.

Selain komponen yang sedikit, waktunya pun tidak peru terlalu lama. Cukup 15 menit dalam sehari.

Kapan Mulai Membacakan Nyaring


Kalau ditanya, sejak kapan anak mulai dibacakan secara nyaring? Maka sebaiknya sedini mungkin. Di semester 3 kehamilan, organ pendengaran anak sudah sempurna sehingga baiknya distimulasi dengan membacakan nyaring.

Stimulai dengan membacakan nyaring juga akan menyambungkan serabut-serabut saraf di otak anak sehingga otaknya akan semakin aktif.

Saya sendiri membacakan nyaring pada kedua anak kami ketika mereka masih berupa janin. Utamanya ketika janin usia 4 bulan dimana sudah ditiupkan ruh. Ya, organ pendengarannya memang belum ada tapi saya sedang membangun interaksi saat itu.

Lalu, bagaimana jika anak sudah besar? Terlambat dong.

Tidak ada kata terlambat ya sobat yusri. Jika baru tahu tentang manfaat membacakan nyaring ini, boleh langsung dipraktekkan. Tak perlu merasa bersalah. Terpenting adalah orangtua selalu terus belajar.

Tahapan Membacakan Nyaring


Nah, saatnya kita masuk pada tahapan membacakan nyaring. Tapi, sebelumnya tanamkan dulu mindset bahwa membacakan nyaring adalah kegiatan sederhana dimana ada 3 komponen yang terlibat didalamnya.

Jadi, tahapan membacakan nyaring ini adalah panduan agar sobat yusri bisa melakukannya secara tepat sasaran.

Tahapannya sendiri dibagi menjadi 3 yaitu sebelum, saat dan sesudah membacakan nyaring. Oya, bagi sobat yusri saya sarankan membaca buku membacakan nyaring karangan Bu Roosie juga. Di buku itu tertera dengan jelas tahapan yang perlu kita lakukan mulai anak usia 0 - 24 bulan.

Sebelum


Pada tahapan sebelum membacakan nyaring, perlu digaris bawahi bahwa anak sebaiknya diminta untuk memilih bukunya sendiri. Ngulang baca tiap hari baca pun tidak apa-apa ya sobat yusri.

Konon, itu memang tahapan anak mau jatuh cinta pada buku. Ya, orangtua mungkin sudah bosan bacainnya tapi anak masih ingin membangun bonding terhadap cerita tersebut.

Oke, setelah pilih buku sendiri maka selanjutnya adalah

1. Mulailah bercakap-cakap dengan anak tentang mengapa memilih buku bacaan tersebut. Biasanya mata anak akan berbinar saat menjelaskan mengapa ia memilih buku itu.

2. Tunjukkan sampul buku kemudian sebutkan judulnya, ilustrator, pengarang dan penerbit. Orangtua juga bisa mengeksplor daya pikir anak dengan menjelaskan situasi gambar yang pada sampul depan.

3. Gali pengetahuan latar atau pengetahuan umum anak

4. Buat membaca semenarik mungkin

Saat


Saya biasanya menyusuri sampul depan hingga anak-anak puas. Jika rasa penasarannya sudah terpenuhi, yuk masuk ke halaman berikutnya.

1. Bacakan cerita dengan suara yang dapat didengar anak dan temponya tidak terlalu cepat

2. Tetap tanggap dan jalin komunikasi dengan anak

3. Bangun suasana dalam cerita sehingga anak seolah berada dalam situasi cerita buku yang sedang dibacanya.

4. Minta anak-ana untuk bertanya atau orangtua boleh mengajukan pertanyaan pada anak. Pertanyaan yang diajukan haruslah pertanyaan terbuka ya sobat yusri.

5. Diskusikan tentang apa yang terdapat didalam buku dan kaitkan dengan kehidupan sehari-hari anak. Biasanya sih jika dikaitkan maka akan anak akan merasa ikut dalam situasi cerita.

Setelah


1. Bangun rasa ingin tahu atau rasa penasaran anak dengan meminta anak untuk bertanya atau orangtua bisa juga bertanya

2. Mintalah anak untuk membacakan lagi cerita yang sudah dibaca dengan bahasa mereka sendiri. Biarkan anak menyusun sendiri kalimat dan imajinasi mereka tentang cerita tersebut.

3. Setelah membaca, orangtua dan anak bisa melanjutkan aktivitas lain yang berhubungan dengan cerita dalam buku. Semacam bookish play ya sobat yusri sekalian kembali memeragakan situasi dalam cerita.

4. Letakkan buku ditempat yang mudah dijangkau oleh anak-anak. Ini akan memudahkan anak untuk mengambil buku tersebut kembali jika anak ingin membacanya lagi.

Oya, salah satu hal yang selalu diingatkan Bu Roosie setiawan adalah membaca buku tidak harus sampai selesai. Jika ditengah membaca anak sudah menunjukkan kebosanan atau perhatianyya teralihkan maka orangtua boleh mengajak anak menyudahi aktivitas membacakan nyaring.

Contoh Membacakan Nyaring


Tiga tahapan sudah terbahas, selanjutnya adalah memperlihatkan contoh membacakan nyaring. Beberapa waktu lalu, saya suka memvideo kegiatan membacakan nyaring dengan anak pertama.

Saat itu adalah masa-masa dimana saya baru belajar dan sedang dipuncak semangat. Nah, ini contohnya yaa. Selamat menikmati.


Penutup


Tahapan membacakan nyaring bukan sebuah panduan agar kegiatan sederhana ini tampak jadi ribet. Tapi sebagai panduan agar dijadikan kegiatan sehari-hari dan akhirnya terbiasa dan menjadi bagian dalam proses membacakan nyaring.

Selamat hari membacakan nyaring sedunia. Sudah membacakan buku untuk anak hari ini?
Yusriah Ismail
A Lifestyle Blogger, Read Aloud Certified and Parenthing Enthusiast

Related Posts

Posting Komentar