yusriahismail.com

Kenali Kelebihan dan Kekurangan Homeschooling Sebelum Memutuskan

Apakah sistem pendidikan homeschooling lebih efektif dibandingkan dengan sekolah umum?

Saya yakin pertanyaan ini selalu bergulir pada orangtua-orangtua yang hendak memutuskan untuk homeschooling. Mungkin pertanyaan ini juga akan selalu ada sepanjang homeschooling ini masih menjadi pilihan para keluarga.

Tapi sebelum pertanyaan tersebut dijawab, yuk kita bahas dulu kelebihan dan kekurangan homeschooling. Mengetahui kelebihan dan kekurangan homeschooling dapat membuat kita memutuskan apakah sudah mantap berada di jalur ini atau tidak?
kelebihan dan kekurangan homeschooling

Kelebihan Homeschooling


1. Customized


Saya sepakat dengan salah satu keluarga yang menerapkan homeschooling bahwa metode belajar ini sifatnya customized. Artinya model dan proses pembelajarannya disesuaikan dengan kebutuhan anak dan kondisi keluarga.

Salah satu alasan orangtua memilih homeschooling memang terletak pada kebutuhan anak itu sendiri. Utamanya anak-anak yang membutuhkan penanganan secara khusus karena ada penyakit atau turunan genetik.

2. Adanya peluang kemandirian dan kreativitas individu


Biasanya anak-anak yang memang sudah memiliki minat terhadap bidang tertentu dapat mengasah dirinya tanpa terdistraksi dengan kegiatan lainnya.

Anak-anak pun lebih mandiri karena sifat belajarnya menekankan kemandirian anak.

Kreativitas anak juga dapat terasah dengan lebih baik.

3. Potensi anak usia dini dapat terasah secara maksimal tanpa mengikuti standar waktu yang diterapkan oleh sekolah.


Terkadang, ada anak yang lebih suka menekuni satu hal tertentu dan tidak mau mencoba hal lain. Seperti keponakan saya yang setiap harinya bisa mengerjakan hal yang sama jika dia suka.

4. Tertanamnya value keluarga secara kuat


Perilaku-perilaku yang mengerikan di luar rumah memang membuat takut para orangtua. Mulai dari perundungan, drug, konsumerisme, pornografi, mencontek dan lain-lain).

Anak akan lebih terlindungi dari perilaku negatif tersebut jika menjalani homeschooling. Nilai-nilai keluarga pun akan mudah tertanam pada diri anak.

5. Vertical socializationnya baik


Para homeschooler cenderung memiliki relasi hubungan yang baik dengan semua lapisan umur. Salah satu project dari homeschooling atau magang biasanya membuat anak homeschooler bersosialisasi dengan orang-orang yang lebih tua umurnya.

Kemampuan ini membuat anak homeschooling lebih fleksibel.

6. Biaya pendidikan menyesuaikan dengan kondisi keuangan orangtua


Ada yang berpendapat bahwa biaya homeschooling itu mahal? Sebenarnya, biaya yang dikeluarkan tergantung pada kebutuhan dan keuangan keluarga.

Justru kondisi homeschooling yang fleksibel membuat sebuah keluarga bisa merancang dan memilih model, fasilitas dan kebutuhan apa yang bisa digunakan.

Tapi, kapan-kapan harus dibahas secara khusus nih tentang biaya homeschooling.

7. Lebih siap terjun di dunia nyata


Secara sederhana, kurikulum homeschooling itu berdasarkan keseharian keluarga. Belajar sendiri dapat diartikan secara luas.

Anak-anak yang ikut mengerjakan pekerjaan rumah tangga juga dapat dikategorikan sebagai pembelajaran.

Hal inilah yang membuat homeschooler sudah terasah dengan kehidupan yang nyata.
dampak positif homeschooling

Kekurangan Homeschooling


1. Membutuhkan komitmen dan tanggung jawab yang tinggi dari keluarga khususnya orangtua


Menjalani homeschoolig artinya orangtua harus siap repot. Memiliki komitmen untuk merumuskan visi dan nilai-nilai keluarga, membuat kurikulum, mengawasi jalannya homeschooling dan membuat raport penilaian.

Ibaratnya, orangtua juga berperan seperti guru pada muridnya. Bedanya, ini gak dibayar. Hehe.

Ini seperti perjalanan yang panjang dan membutuhkan ketekunan.

2. Sosialisasi dengan teman sebaya kurang


Jarangnya para homeschooler bertemu dengan sebaya membuat sosialisasinya menjadi rendah. Homeschooler juga tidak terekspos dengan pergaulan yang heterogen.

Ya, sosialiasi ini memang menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi para homeschooler.

3. Resiko lemahnya team work, kepemimpinan dan organisasi


Pergaulan yang terbatas membuat anak-anak homeschooling jarang bertemu dengan banyak orang dan berinteraksi dalam waktu yang lama.

Hal-hal yang tidak terasah akibat pergaulan heterogen adalah kerjasama tim karena tidak menyelesaikan pekerjaan rumah bersama teman.

Juga jarang menjadi pemimpin sebuah grup. Apalagi berorganisasi dengan pihak lain.

4. Perlindungan orangtua yang berlebihan bisa saja memberikan dampak berupa anak tidak mampu menyelesaikan situasi sosial yang ditemui di luar rumah dan masalah kompleks yang tidak terprediksi.


Cara mengatasi kelebihan dan kekurangan homeschooling

kelebihan dan kekurangan homeschooling
Ada yang masih ingat pertanyaan saya diatas?

Tentang apakah homeschooling jauh lebih efektif dari sekolah umum?

Mengutip jawaban dari salah satu keluarga homeschooler bahwa pertanyaan perbandingan seperti itu memang tidak menyenangkan. Dan sebaiknya memang tidak untuk dibandingkan.

Sebabnya, jika kita mau jembrengin juga kelebihan dan kekurangan sekolah umum sih pasti ada-ada saja.

Setiap sistem pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Namun ada hal yang perlu disepakati untuk mengatasi kelebihan dan kekurangan homeschooling yaitu, 

Semuanya kembali pada pilihan orangtua dan anak. Keluargalah yang berperan penting untuk memutuskan apa yang terbaik untuk anak-anaknya.

Homeschooling dan sekolah umum sama-sama legal dan sah. Keduanya juga dilindungi oleh hukum negara.

Homeschooling dan sekolah umum juga sama-sama sebagai alat untuk mencapai pendidikan yang lebih baik.

So, tak perlu ada yang baper dengan pertanyaan tersebut.

Penutup


Setelah membaca kelebihan dan kekurangan homeschooling, kira-kira sobat yusri sudah mantap memutuskan kemana?

Hal paling penting adalah memandang bahwa homeschooling dan sekolah adalah sebuah proses belajar untuk orangtua dan anak. Jadi, putuskan sebaik mungkin.

Tapi, ada baiknya sobat yusri juga ikut membaca panduan menyusun kurikulum homeschooling panduan menyusun kurikulum homeschooling sebagai pertimbangan.
Yusriah Ismail
A Lifestyle Blogger, Read Aloud Certified and Parenthing Enthusiast

Related Posts

12 komentar

  1. Aku adalah salah satu orang yang berpikir jika homeschooling itu mahal wkwk. Ternyata bisa disesuaikan dengan kondisi keluarga ya mbak. Baru tau aku hehe.

    BalasHapus
  2. Aku sebenarnya tertarik dengan homeschooling karena anak lebih fokus juga ya belajarnya. Cuma klo ada uang lebih sepertinya bakal ambil sekolah bisa sama homeschooling.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar Mak muzeyyen .. saya juga gitu mau nya..tapi juga nggak memiliki kemampuan untuk membersamai mereka

      Hapus
  3. penjelasan yang lengkap jadi tahu plus dan minusnya homeschooling

    BalasHapus
  4. jujurly, kami belum siap homeschooling, jadi akhirnya memilih sekolah umum dengan segala konsekuensinya, kadang anak kecapekan duluan dengan segala jadwal sekolah, sehingga kurang bisa mengembangkan bakatnya

    BalasHapus
  5. Homeschooling memang bisa menjadi alternatif buat anak-anak dan keluarga dengan kondisi khusus ya mbak.. Ponakan saya sendiri juga SD homeschooling, namun memang harus kita pelajari dan pahami kekurangan/kelemahan dari homeschooling ketika memilih untuk homeschooling, agar orang tua dan anak lebih bisa mengantisipasi kelemahan-kelemahannya.

    BalasHapus
  6. Homeschooling memang menjadi salah satu alternatif pendidikan di rumah ya Mbak. Sebagai ibu harus tahu resikonya

    BalasHapus
  7. salah satu cara mengatasi kurangnya sosialisasi anak dengan lingkungan sekitar, bisa dengan sering diajak playdate atau berkegiatan di luar rumah. Justru dengan memperbanyak kegiatan di luar rumah, mengerjakan proyek-proyek bersama orang lain yang berbeda-beda usianya, anak-anak homeschooling akan jadi lebih matang dalam skill interaksinya dengan orang lain jika dibandingkan anak-anak yang sekolah formal yang terbiasa bergaul hanya dengan yang seusianya.

    BalasHapus
  8. Saya selalu salut sama orangtua yang memutuskan untuk anak-anaknya homeschooling. Banyak belajar juga dari mereka bahwa belajar tidak selalu duduk dan menyimak. Belajar dan mencari ilmu banyak jalannya, banyak caranya. Tinggal konsisten dan terus semangat hingga mencapai hasil yang diinginkan

    BalasHapus
  9. Komitmen nih yang agak berat, ya. Sebagai orangtua juga pengajar di pembelajaran homeschooling ini, harus benar-benar memiliki komot yang tinggi. Karena bisa saja di tengah jalan hilang arah. Kan kasian anaknya, ya mb?

    BalasHapus
  10. Setiap sistem pendidikan pada dasarnya mempunyai kekurangan dan kelebihan, kita sebagai orang tua seyogianya dapat mengisi kekurangan tersebut agar terjadi sinergi yang baik antara lembaga pendidikan dan kita sebagai orang tua dalam mendidik anak-anak

    BalasHapus
  11. Apapun pilihannya baik itu homeschooling maupun sekolah umum, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Jadi menurut saya, menyekolahkan anak ke homeschooling adalah sesuai kebutuhan, kenyamanan dan kesepakatan antara anak dengan orang tua.

    BalasHapus

Posting Komentar