yusriahismail.com

Asah Perkembangan Anak Di Perpustakaan Ibu Dan Anak Makassar

Sobat yusri, ada yang pernah berkunjung di perpustakaan ibu dan anak? Khususnya di kota Makassar? Ternyata isinya tak hanya menyediakan buku-buku bacaan saja tapi juga bisa mengasah perkembangan anak usia dini lho.

Hihi, ada yang baru tahu kalau ada tempat keren yang tak sekedar memperkaya literasi anak tapi juga mengembangkan aspek kognitif hingga sosial-emosionalnya? Sini-sini saya ajak bercerita tentang serunya bermain dan belajar di perpustakaan ibu dan anak kota Makassar.

Berkunjung ke Perpustakaan Ibu dan Anak Pertama di Indonesia (List Booked Ketika Ke Makassar)

Ketika suami tiba-tiba mengajak ke Makassar di pertengahan Desember, saya sudah punya daftar list tempat yang wajib dikunjungi. Salah satunya ya perpustakaan keren ini. Maklum jarak dari kota kami ke kota Daeng sekitar 10 jam dengan jalur darat. Sayang rasanya kalau kunjungan ini tidak digunakan semaksimal mungkin.

Keesokan harinya ketika kami sudah istirahat semalam dirumah adik suami dan sarapan, maka kami berangkat membelah kota Makassar. Semalam suami sudah wanti-wanti agar saya mencari alamat perpustakaan.

Tentu saja GPS di google maps sebagai petunjuk terbaik kami. Meski agak deg-degan juga sebab ibu kota Sulawesi Selatan ini agak padat, banyak lampu merah ditambah cuaca yang cukup mendung. Hehehe, lagi musim hujan.

Setelah melewati beberapa kali lampu merah, maka kami berhenti di sisi jalan. Menurut g-maps kami sudah sampai tapi kok gedungnya gak kelihatan?

Owwh ternyata gedung agak masuk kedalam. Tanpa ditambah papan petunjuk dipinggir jalan. Tentu saja membuat kami bingung.

Pengalaman Ke Perpustakaan Ibu & Anak

Parkirnya cukup luas. Muat sekitar 5 mobil ditambah motor. Namun, karena khawatir tidak boleh parkir didalam maka kami parkir di pinggir jalan besar dibawah naungan pohon. Alhamdulillah aman sebab disampingnya tidak ada gedung lain, hanya trotoar.

Ketika masuk, kami disambut ramah oleh petugas. Lalu diminta mengisi buku tamu di komputer. Mantap nih sudah berbasis komputerisasi, gak nulis-nulis lagi dibuku tamu yang benar-benar buku.

Ruangan pertama terdiri dari musholla, beberapa sofa, dan kantin kecil sekaligus tempat penitipan barang. Kantin kecil ini terdapat beberapa kursi dan meja untuk tempat makan.

Ruang selanjutnya adalah ruangan utama yang terdiri dari buku-buku anak dan ibu, seluncuran, mini climbing wall, mobil-mobilan, kuda-kudaan, alat masak-masak, alat musik kecil serta puzzle. Ada juga mandi bola mini yang tentu saja bikin anak happy.

Anak-anak sangat happy. Saat itu cukup banyak anak-anak lain sebab weekend.

Buku-bukunya sangat beragam. Mulai dari buku khusus balita dengan model boardbook hingga bacaan untuk usia sekolah dasar. temanya juga beragam mulai dari sains hingga agama. Bentuknya pun lucu-lucu. Buku bantal. Buku sensory.

Ruangan juga di design dengan menarik. banyak Stiker-stiker lucu yang ditempelkan agar suasana lebih hidup. Ada stiker jerapah, gajah dan lain-lain.

Bentuk mejanya pun unik. Meja bentuk bundar yang tengahnya ditata serupa pohon buatan.

Serasa berada di alam kan jadinya.

Hampir keseluruhan tempat juga dilapisi karpet. Sebaiknya anak-anak diapakaikan kaos kaki agar tidak kotor.

Perpustakaan ibu dan anak makassar secara umum terbagi 2, yaitu ruangan dalam yang diisi dengan buku-buku dan mainan serta ruangan setengah terbuka yang isinya mainan saja, eh ada juga beberapa buku untuk anak.

Nah permainan di ruangan yang setengah terbuka ini lebih menantang lagi. Ada drum mini, terowongan yang terhubung dengan seluncuran. Mobil-mmobilan dan permainan lainnya.

Di ruangan ini, anak wajib menggunakan kaos kaki. Pengunjung yang tidak membawa kaos kaki tenang saja ya, sebab di kantin dijual kaos kaki untuk anak. Harganya berkisar 15ribu rupiah.

Anak-anak gak akan kebosanan mengahabiskan waktu disana.

Tapi yang paling menarik adalah permainan-permainannya yang seru dan bisa mengembangkan kecerdasan anak terutama anak usia dini.

Permainan di Perpustakaan Ibu Dan Anak Yang Mengasah Aspek Perkembangan Anak

Ada apa saja di perpustakaan ibu dan anak yang bisa mengasah aspek perkembangan anak?

1. Rumah-rumah

2. Seluncuran

3. Mandi Bola

4. Mainan Masak-masakan

5. Ayunan

6. Mini Climbing

7. Mainan Musik

8. Puzzle

9. Buku-buku Beragam

Aspek apa saja yang dikembangkan di perpustakaan ibu dan anak

1. Aspek perkembangan Bahasa

Sebagai lembaga yang memang tujuannya mendukung literasi anak, perpustakaan ibu dan anak makassar menyediakan buku bacaan berkualitas yang bisa menjadi rujukan orangtua. Tak tanggung-tanggung, buku-buku yang tersedia beragam dan hampir cocok di segala usia.

Ada buku bantal dan buku monokrom yang cocok untuk balita. Buku mini seukuran kepalan tangan dengan teks yang berulang. Jumlah katanya dalam 1 halaman pun sedikit. Buku-bukunya juga didomininasi oleh gambar.

Ada buku bacaan khusus sekolah dasar dengan beragam tema mulai dari ensiklopedia, adab dan akhlak, kemandirian, ibadah. Ada juga buku berbahasa inggris.

Buku-buku ini mampu mengembangkan bahasa anak dengan kosa kata yang sangat kaya didalamnya dan gambar yang bisa diinterpretasikan oleh anak. Orangtua sebaiknya memang mendampingi anak agar anak bisa mengekslor buku lebih dalam lagi.

2. Aspek perkembangan Motorik dan Fisik

Konsep perpustakaan ibu dan anak yang tak hanya menyediakan buku bacaan bermutu tapi juga menghadirkan beragam permainan membuat aspek motorik dan fisik anak terasah.

Misalnya mini rock climbing atau terowongan mini yang dapat membuat anak menguji keberanian dan kemampuan mereka sendiri.

Perpustakaan juga menyediakan permainan cocok bentuk. Ini dapat melatih koordinasi gerak tangan anak saat memasangkan bentuk dan alasnya.

3. Aspek Kognitif

Di perpustakaan ibu dan anak terdapat permainan cocok angka dan warna yang dapat mengasah aspek kognitif anak.

4. Aspek Seni

5. Aspek Sosial-Emosional

Kami berkunjung saat weekend dimana itu adalah hari berkunjung yang cukup ramai. Tapi, kunjungan kali itu membuat saya tahu bahwa anak kami bisa menempatkan dirinya dengan nyaman saat di keramaian.

Alhamdulillah anak-anak bisa leluasa bermain, tidak takut dan tidak malu. Ada adegan kecil saja ketika anak-anak berebut mobil-mobilan. Namun, saya membiarkan dan ingin melihat bagaimana mereka menyelesaikan masalah. Yang paling penting adalah tidak ada adegan baku pukul apalagi cakar-cakaran. Haha.
























Yusriah Ismail
A Lifestyle Blogger, Read Aloud Certified and Parenthing Enthusiast

Related Posts

Posting Komentar