yusriahismail.com

Mengenali Tahapan Membaca Anak Usia Dini Sesuai Fitrahnya

tahapan membaca permulaan
Dulunya saya pikir tidak perlu mengenal tahapan membaca anak usia dini dengan susah payah. Toh, saya sendiri juga produk dari anak yang bisa membaca tanpa persiapan yang matang.

Nanti anak-anak bisa sendiri kok, pikir saya. Namun, setelah mendengar pemaparan dari para ahlinya kesadaran saya terbuka. Bahwa mengajarkan membaca bukan sekedar membuat anak-anak tahu bahwa ini huruf A, B, C dan seterusnya.

Jauh daripada itu, mengajarkan membaca sendiri termasuk mengembangkan kemampuan bahasa anak serta menambah pemahaman mereka mengenai ilmu pengetahuan. Kadang ada orangtua yang menginginkan anaknya cepat membaca. Bahkan ada sekolah yang lebih menyukai calon siswa yang sudah bisa membaca.

Tidak ada yang salah dengan hal itu. Membaca adalah suatu proses yang akan anak-anak hadapi dalam hidupnya. Tapi, proses inilah yang harus dilalui anak dengan cara yang menyenangkan. Betulkan sobat yusri? Sesuatu yang menyenangkan bukannya jauh lebih melekat dan erat?

Nah, bagaimana tahapan membaca anak usia dini agar menyenangkan dan tak membuat orangtua frustasi? Yuk baca lebih lanjut.

Belajar Membaca Harus Menyenangkan, Kenapa?

Childhood is not race to see how quickly a child can read, write, and count. Childhood is small window of time to learn and develop at the pace which is right for each individual child

Setiap anak memang memiliki pace-nya masing-masing. Ada yang usia 3 tahun sudah mampu membaca kalimat tapi ada juga di usia yang sama bahkan belum tahu huruf sama sekali.

Orangtualah yang harus mampu mengenali bagaimana kesiapan anak dalam belajar khususnya membaca. Anak usia dini memang masih dalam tahap ingin bermain dan bersenang-senang saja sehingga perlu mengajarkan membaca dengan cara yang menarik.

Menurut Zahra Zahira, penulis buku Islamic Montessori, bahwa mengajarkan membaca dengan cara yang menyenangkan artinya tidak membebani dan melakukan kegiatan yang membuat senang. Kenapa?

  • Anak usia dini belajar dari konkret ke abstrak

Selama ini anak berpikir berdasarkan apa yang ia lihat, dengar dan rasakan saja. Jika A ya pasti A. B pasti B. Sedangkan anak akan terus berkembang dan cara berpikir abstraknya akan terasah.

Anak yang berpikir abstrak akan dituntut berpikir secara simbolik dan imajinatif dalam menyelesaikan suatu masalah. Maka sangat perlu untuk mengasah pikiran abstraknya dengan cara yang menyenangkan agar dapat berkembang lebih luas lagi.

  • Mereka belajar dengan hand on learning. Belajar dengan multisensori yaitu memaksimal seluruh indera

Membaca pada anak usia dini memang bukan sekedar menggunakan satu indera saja agar dapat memahami, tapi seluruh indera bahkan juga mental anak. Kemampuan membaca memang kemampuan yang sangat kompleks dan melibatkan berbagai keterampilan. Makanya, di montessori sendiri menyarankan untuk belajar menulis dahulu sebelum membaca.

  • Learning by doing
  • Age-appropriate

Tahapan membaca anak usia dini tentunya harus sesuai usia. Kemampuan mengenali perkembangan anak sangat dibutuhkan disini. Jangan sampai jika prosesnya sulit maka anak akan mogok belajar selamanya dan lebih buruk lagi jika sampai membenci kegiatan membaca.

Jadi, jangan tiba-tiba berdecak kesal ya sobat yusri ketika anak kita sodorkan lembaran kerja yang penuh huruf. Atau buku membaca dan langsung meminta anak mengikuti kita untuk menyebutkan hurufnya.

Tahapan Membaca Anak Usia Dini

tahapan membaca anak usia dini
Semua ada tahapannya. Membaca permulaan memang membutuhkan proses kegiatan menyenangkan untuk mengenal huruf-huruf, kata-kata serta menghubungkan rangkaian huruf dengan bunyi serta maknanya.

Prosesnya memang cukup kompleks dan membutuhkan kesabaran lebih baik yang mengajar maupun anak yang diajar. Nah, sekarang yuk kita kenali tahapan membaca anak usia dini yang sesuai fitrahnya

1. Tahap Fantasi (Magical Stage)

Tahap ini adalah saat anak berkenalan dengan buku. Mulai menyentuh, merasakan aromanya bahkan membolak-balikkan bukunya. Saya sendiri sedini mungkin mengawali tahap ini pada anak.

Ketika masih berusia 0-3 bulan mulai saya perkenalkan dengan buku high contrast, lalu buku cerita hingga saat ini. Sangat menyenangkan melihat anak menikmati buku-buku tersebut meski hanya membolak-balikkan halamannya saja.

2. Tahap Pembentukan Konsep Diri

Tahap ini adalah saat anak sudah mulai ceriwis seperti seorang pembaca. Meski ia belum bisa sama sekali membaca dan hanya melihat gambar tapi anak memposisikan dirinya sebagai seorang pembaca.

Ya, anak memang peniru ulung bukan? Saat orangtua membacakan cerita, mereka tampak bermain tapi sejatinya mereka mendengarkan dengan penuh seksama.

3. Tahap Membaca Gambar

Pada tahap ini anak sudah bisa mengulang cerita dengan melihat gambar atau simbol tertentu yang ada pada buku. Mereka akan berseru senang dan merasa bangga bahwa mereka mampu bercerita seperti orantuanya.

4. Tahap Pengenalan Bacaan

Pada tahap ini anak sudah tertarik dengan bacaan juga tertarik dengan simbol atau rambu-rambu yang sering ia terlihat olehnya. Lampu merah, papan petunjuk, papan iklan dan petunjuk lainnya akan membuat anak tertarik untuk mengamati secara lebih.

5. Tahap Membaca Lancar

Tahap ini mungkin menjadi kebahagiaan orangtua sebab anak sudah mulai membaca sendiri bahkan memiliki wawasan dari bacaan yang diperolehnya. Anak juga sudah mampu memahami isi dan alur sederhana dari sebuah cerita.

Ah, jadi ingat buku bahasa Indonesia terbitan balai pustaka saat sekolah yang memiliki banyak sekali cerita-cerita keseharian atau daerah. Ceritanya sederhana dan sangat related sekali dengan keseharian kita.

Penutup

Membaca bukanlah sebuah lomba. Seorang anak bahkan orangtua tidak perlu merasa kalah jika ada anak orang lain yang lebih dulu melakukannya. Satu hal yang pasti harus dilakukan adalah mengenali tahapan membaca anak usia dini agar menyenangkan dan sesuai fitrah perkembangan anak. 

Oya, sobat yusri punya pengalaman apa tentang tahapan membaca anak? 





Yusriah Ismail
A Lifestyle Blogger, Read Aloud Certified and Parenthing Enthusiast

Related Posts

Posting Komentar