yusriahismail.com

Nostalgia Kue Tradisional Sulawesi Selatan Di Festival Beppa To Riolo

Setiap melihat kue tradisional Sulawesi Selatan biasanya ingatan saya langsung menuju masa lampau. Jaman dimana saya bisa mencicipi kue-kue tersebut diatas nampan besar setelah terlebih dahulu dibacakan doa. Disini biasa disebut dengan barazanji.

Sekarang kue tradisional hanya bisa dicicipi saat acara tertentu. Biasanya jika ada momen pernikahan. Itupun tidak semua kue bisa disajikan. Selain cara pembuatannya yang agak rumit, juga para pembuat kue sudah mulai sepuh. Sementara anak muda jaman sekarang lebih memilih membeli daripada membuat sendiri.

Nostalgia Kue Tradisional Sulawesi Selatan Di Rantauan


Saya jadi ingat meomen membuat panganan khas Bugis saat di kota Bogor dulu. Berada jauh dari pulau Celebes, membuat kami harus kreatif. Mau beli tapi belum tentu ada yang jual. Jika ada yang jual bisa jadi rasanya tidak sesuai selera lidah.

Baiklah, kami bikin saja sendiri. Modal googling saja kan, gampil lah, pikir kami saat itu. Setelah bahan terkumpul, akhirnya kami memberanikan diri membuat kue risala yang terbuat dari ketan dan gula merah.

Beberapa step berhasil kami lewati hingga masuk ke step menggabungkan ketan dan gula merah dan berujung gagal. Ternyata, kami kurang teliti dan kue risala pun keras dan tak layak makan. Hahaha.

Festival Beppa Riolo, Inisiatif Anak Muda Luwu


Momen ini yang ditangkap oleh Roemah Simpul dan berinisiatif membuat agenda mengenang kembali kue-kue lezat yang ada di zaman lampau. Kue tradisional Sulawesi Selatan yang hanya ada saat momen tertentu juga sebagai pengingat bahwa panganan khas ini tetap dirindukan meski zaman terus berubah.

Beppa to riolo sendiri artinya kue dari zaman dulu. Beppa artinya kue dan to riolo berarti dari zaman dulu. Di hari jadi Luwu yang ke 755 ini, festival Beppa To Riolo dilaksanakan kembali. Ini artinya Roemah Simpul sudah mengadakan 6 kali festival kue-kue tradisional khas Sulawesi Selatan. Roemah simpul sendiri terdiri dari anak mudah dari Luwu yang peduli dengan panganan khas yang sudah jarang muncul ini.

4 Kue Tradisional Sulawesi Selatan Yang Ada di Festival Beppa To Riolo


Apang


Jika ingat apang maka ingat sarapan pagi. Haha. Dulu, sarapan apang dan teh hangat adalah hal sederhana namun membahagiakan. Sekarang di daerah dekat rumah saya, sudah jarang orang yang jual apang.

Bentuknya mirip kue bolu yang disajikan dengan suwiran kelapa. Apang ini biasanya ada saat ada upacara adat di suku Bugis. Kue ini diharapkan dapat mengangkis segala roh jahat.

Bahan-bahan pembuatannya pun sangat mudah yaitu tepung beras, tepung terigu, gula merah, baking powder, air kepala, ragi instan, serta daun pandan. Pembuatannya pun cukup mudah. Tertarik buat sendiri sobat yusri?

Putu Pesse


Jika mendengar kata putu langsung terngiang dengkingan uap yang memekakkan telinga ya? Haha. Nah, itu jika putu kelapa. Putu pesse lain lagi.

Panganan khas Bugis ini terbuat dari beras ketan. Putu pesse sendiri berarti putu yang dipesse atau ditekan-tekan hingga memadat. Rasanya enak, lembut dan manis.

Ini juga kue tradisional Sulawesi Selatan yang cukup jarang saya temui. Padahal proses pembuatannya juga tidak terlalu sulit. Beras ketan yang sudah dikukus kemudian dijemur. Lalu dicampur kelapa muda, gula susu bubuk, dan lain-lain hingga rasanya gurih. Masukkan dalam cetakan dan putu pesse siap disantap.

Benar-benar mudah ya sobat yusri?

Burongko Pisang


Nah, burongko pisang adalah makanan favorit saya. Panganan khas ini juga sering saya buat dan jarang gagal. Ini juga menu andalan saya dalam membuat cemila makanan pendamping asi. Apalagi disini buah pisang begitu melimpah.

Burongko pisang masih sering saya temui meski bukan dalam momen tertentu. Banyak masyarakat yang menjual baik di pasar maupun di toko tertentu. Apalagi jika musim ramadhan tiba. Penjual burongko akan berjejer disana sini.

Cara pembuatan burongko cukup mudah meski ongkos pembuatannya relatif mahal. Meski begitu bahannya cukup 3 saja yaitu pisang, telur, santan dan gula. Semakin banyak santan maka rasa burongko akan semakin gurih. Dijamin kue tradisional Bugis ini memang idola banyak orang.

Cakko-cakko


Kue tradisional Sulawesi Selatan ini juga pembuatannya sangat mudah. Cakko-cakko atau biasa disebut sebagai sakko-sakko adalah panganan jadul yang terbuat dari tepung beras ketan dan kelapa.

Jika makan cakko-cakko, pastikan didampingi teh, kopi atau minuman lainnya. Bentuknya yang berbutir membuat orang rawan tersedak saat memakannya.

Penutup


Festival Beppa To Riolo adalah upaya segelintir anak muda untuk menghidupkan kembali kue tradisional Sulawesi Selatan yang hanya ada saat momen tertentu. Festival kue jadul ini adalah cara mudah generasi sekarang tetap lekat dengan budaya daerahnya. Ewako Roemah Simpul.
Yusriah Ismail
A Lifestyle Blogger, Read Aloud Certified and Parenthing Enthusiast

Related Posts

Posting Komentar