yusriahismail.com

Mendidik Anak Dengan Keimanan Setangguh Baja

Hari ini kita banyak belajar dari Palestina. Kejadian menakjubkan banyak kita saksikan. Utamanya dari anak-anak yang begitu tegar menghadapi semua. Bahkan tauhidnya begitu luar biasa.

Pertanyaannya bagaimana mendidik anak dengan keimanan setangguh baja seperti anak-anak di Palestina?

Selalu menyesakkan jika bercerita tentang Palestina. Wilayah yang diblokade, kekurangan air bersih, tenaga kesehatan yang tidak sepadan dengan korban lalu anak-anak yang kehilangan orangtuanya.

Per hari ini saja (ketika artikel ini tayang) jumlah korban sudah mencapai 25ribu jiwa yang syahid. Masyaallah.

Tapi, kejadian-kejadian di Gaza, Palestina yang menurut saya mengerikan malah memunculkan satu hal yang patut kita tiru. Hal yang bisa menjadi pembelajaran seumur hidup bagi orangtua-orangtua dimanapun berada.

Yaitu menumbuhkan anak yang tauhidnya subur. Mendidik anak yang begitu tegar mencintai agama dan negaranya.

Mengapa Iman Mereka Setangguh Baja?

mendidik keimanan anak setangguh baja
Sebenarnya sudah lama saya mendengar tentang heroiknya anak-anak Palestina. Namun, hari-hari ini kisah itu kembali menggaung selepas penyerangan Israel tanggal 7 Oktober 2023 kemarin.

Kisah luar biasa yang membuka mata para orangtua itu sebenarnya adalah warisan dari generasi pendahulu mereka. Dimana Palestina sendiri adalah tempat lahirnya para nabi-nabi.

Juga Palestina adalah salah satu tempat yang berkah sebab merupakan bagian dari negeri Syam. Rasulullah sendiri yang langsung mendoakan keberkahannya.

Namun, sejak Palestina yang berada diantara Laut Tengah dan Sungai Yordania direbut oleh Israel, maka hari-hari rakyat Palestina tak pernah tenang lagi.

Itulah sebabnya para orangtua menyiapkan diri dan keluarganya untuk senantiasa memiliki iman yang tangguh. Sebab keimanan tinggilah yang menjadikan mereka tetap tegar dengan kondisi terhimpit ini.

Anak-anak itu bahkan mengatakan bahwa mereka tak takut dengan kedatangan Israel dan sekutunya. Hujan peluru dan bom bagi mereka adalah hal yang sudah biasa.

Bukankah kita akan menjadi syuhada suatu saat nanti?

Dalam buku novel Rinai bahkan tergambarkan bahwa hanya segelintir anak-anak Palestina yang mengalami trauma selama perang. Selebihnya, mereka tetap ceria, tetap sekolah dan bermain seperti biasanya.

Bagaimana Mendidik Anak Dengan Keimanan Setangguh Baja?


Suatu ketika, seorang relawan Palestina sedang mengunjungi salah seorang rumah penghubung mereka di Palestina. Anak mereka yang masih berusia dini kemudian diminta untuk murojaah surat An-Naba.

Masyaallah, relawan itu takjub. Anak sekecil itu begitu lancar melafalkan surat An-Naba dengan tajwid yang tepat.

Inilah rahasia sesunggunya anak-anak Palestina sehingga memiliki keimanan yang setangguh baja.

Program Al-Quran adalah program wajib yang harus mereka tempuh sejak kecil.

Tak heran, masyarakat Palestina sampai membentuk camp-camp tahfidz untuk mendidik anak-anak mereka semakin dekat dengan kalam Allah.

Sobat yusri pasti tau bahwa menghafal Al-Quran memang membuat anak cerdas dari segala hal dan menguatkan jiwa-jiwa agar semakin stabil.

Tips Mendekatkan Anak Dengan Al-Quran


1. Orangtua Menjadi Teladan


Tak bisa dipungkiri, anak-anak yang semangat menghafalkan Al-Quran itu menular dari orangtua mereka yang juga seorang hafidz dan hafidzah.

Orangtua Palestina tak hanya menyuruh anaknya menghafalkan Quran atau memasukkan anak-anak mereka dalam camp tahfidz tapi langsung menjadi contoh nyata bagi sang anak.

Sepertinya ini harus di highlight ya sebab saat ini masih banyak orang yang mendambakan anak menjadi penghafal Quran sedangkan dirinya sendiri sebagai orangtua tidak membawa semangat yang sama.

2. Program 1 Rumah 1 Penghafal


Setiap orangtua Palestina memiliki program khusus yaitu menjadikan 1 orang dalam 1 keluarga mereka itu adalah penghafal Al-Quran. Disinilah perlu kejelian orangtua melihat potensi anak.

Sebab ada anak yang memang cepat dalam menghafalkan Al-Quran namun ada pula yang lambat. Anak yang punya potensi ini harus diberikan fasilitas yang baik untuk menggapai potensinya.

3. Menjaga Distraksi Dari Fokus Menghafal Al-Quran


Di Palestina memang ada bioskop namun film-film yang diputar bukanlah film alay yang mengagungkan cinta manusia.

Anak-anak para penghafal Quran itu bahkan tak pernah mau pergi bioskop untuk mendapatkan hiburan. Apalagi gadget. Smartphone mereka bukan sebagai ajang untuk menonton tayangan hiburan seperti k-pop dan sebagainya.

4. Camp Tahfidz


Tersedia camp tahfidz bagi anak-anak Palestina yang ingin mendapatkan iklim yang baik dalam mendapatkan pengajaran tentang Al-Quran.

5. Kekuatan Doa


Seperti yang pernah saya tulis diatas bahwa negeri Palestina adalah negeri yang mendapatkan doa keberkahan secara langsung dari Rasulullah SAW. Doa keberkahan inilah yang menjaga bumi Palestina sehingga penduduknya juga terciprat dengan doa tersebut.


Penutup


Sobat yusri, bisa bayangkan kondisi Palestina saat ini bahwa bombardir dan segala serangan yang dilancarkan Israel ternyata tak mampu membuat mereka runtuh. Kuncinya adalah mendidik anak dengan keimanan setangguh baja.

Belajar dari Palestina memang senantiasa mengguratkan kagum. Bahwa menjadi kuat itu perlu menguatkan kesungguhan untuk mengakrabkan diri pada kalam Allah.
Yusriah Ismail
A Lifestyle Blogger, Read Aloud Certified and Parenthing Enthusiast

Related Posts

Posting Komentar