yusriahismail.com

Dukung Tumbuh Kembang Anak melalui Kampanye #Keju AsliCheck

29 komentar
"Bu, tadi pagi sarapan anaknya apa?" selidik salah satu bidan posyandu setelah melihat kenaikan berat badan kakak yang tidak bertambah.
 
Hatiku mencelos dan merasa bersalah. Pasalnya berat badan kakak memang bermasalah sejak awal. Menurut KMS (Kartu Menuju Sehat), berat badannya selalu berada dibawah garis hijau, bahkan pernah mendekati garis merah.

Selama ini, pertumbuhan kakak yang tidak seberapa ditutupi oleh perkembangannya yang cukup pesat. Ya, kakak mengalami semua fase perkembangan sesuai usia. Mulai dari duduk sendiri, tumbuh gigi, merangkak hingga berjalan.

Hal inilah yang membuat kami sebagai orangtua tidak terlalu aware dengan pertumbuhannya yang lambat bagai siput. Asal tidak berada dalam garis merah, insyaallah aman, kataku meyakini diri sendiri.

Keluarga lain pun berkata, tidak apa-apa, tak usah khawatir, yang penting aktif. Pernyataan seperti ini semakin menutupi rasa bersalah kami. Sungguh, tumbuh kembang anak sangat perlu perhatian sejak dini.

Gizi Buruk di Indonesia


Anak adalah generasi masa depan dan harapan bangsa dan negara di masa depan. Para dokter dan ahli gizi sering mengampanyekan 1000 hari pertama kehidupan bagi generasi mendatang. Seribu hari kehidupan pertama anak dimulai dari anak tumbuh di dalam rahim. Janin harus mendapat nutrisi yang cukup bahkan stimulasi yang baik. Asupan yang dikonsumsi oleh ibu dan stimulasi yang diberikan akan menjadi penopang kehidupannya di kemudian hari.

Asupan yang cukup dan stimulasi pun berlanjut ketika anak lahir di dunia. Bukan tak mudah melewati dua hal ini, karena tiap anak menunjukkan respon yang berbeda terhadap suatu hal. Maka disinilah peran penting orangtua untuk selalu berkreasi dan mencari informasi yang tepat agar anak tak sampai mengalami gizi buruk.

Sayangnya, jumlah anak di Indonesia yang mengalami kekurangan gizi cukup mengkhawatirkan. Kementrian kesehatan melaporkan melaporkan bahwa sebanyak 17.7 % anak balita (bawah lima tahun) Indonesia mengalami masalah gizi.

Keju Sebagai Sumber Energi

Secara umum anak-anak yang mengalami kekurangan gizi disebabkan oleh kekurangan energi atau protein. Energi sendiri didapatkan dari karbohidrat dan lemak. Sumber karbohidrat sendiri pastinya selalu tersedia di meja makan, namun lemak belum tentu.

Lemak adalah zat gizi yang sering kali diabaikan oleh orangtua. Padahal lemak adalah sumber makanan kaya energi kedua bagi manusia (Trugo dan Torres, 2003). Salah satu lemak yang mendukung tumbuh kembang anak adalah keju.

Ada dua jenis keju yang dibedakan melalui proses pengolahannya, yaitu keju alami dan analog (olahan). Keju alami sendiri adalah keju yang tidak mengalami penambahan apapun dalam proses pembuatannya, sedangkan keju analog mendapat tambahan berupa garam pengemulsi, pewarna, air dan flavor (Caric dan Kalab, 1996)

Dalam pengembangannya, keju analog lebih disukai oleh produsen dan konsumen. Hal ini disebabkan keju analog sangat potensial dan gizinya lebih baik. Bahkan kandungan vitamin dan mineralnya jauh lebih baik dibanding keju alami (Shaw, 1984).

Ada dua jenis keju analog yang sering digunakan yaitu keju cheddar dan mozarella. Namun, masyarakat lebih familiar dengan keju cheddar karena mudah untuk didapatkan.

Proses Pembuatan Keju Cheddar

Keju cheddar merupakan jenis keju dengan penampakan putih atau berwarna, badan yang kaku dan tertutup. Keju cheddar memiliki karakteristik yang disebabkan oleh adanya proses cheddaring dalam pembuatannya. Cheddaring adalah proses pemeraman dadih hangat dalam waktu dua jam (Kosikowski, 1982).

Berdasarkan klasifikasinya, keju cheddar termasuk tipe keju keras dengan kadar air berkisar 35-45%, diperam dengan bakteri dan badan tertutup (tanpa lubang) (Galloway dan Crawford, 1985).

Menurut Kosikowski (1982) bahwa keju cheddar yang baik adalah keju cheddar dengan kadar air tidak lebih dari 39%. Dan hasil pengamatan Mommiesdaily.com (2004) bahwa keju cheddar KRAFT diproduksi dengan kadar air 35%.

Keju Cheddar KRAFT Memenuhi Standar Gizi

PT Kraft Ultrajaya Indonesia yang berlokasi di Bandung adalah salah satu perusahaan besar yang menyediakan keju cheddar dengan kualitas terbaik. Sayangnya, banyaknya keju cheddar yang beredar di pasaran membuat ibu sering kesulitan dalam menentukan keju cheddar kualitas baik. Padahal menurut hasil survey dari Kraft, sebanyak 50% responden mengatakan sering mengonsumsi keju dalam kesehariannya.

Oleh karena itu, Kraft mengusung kampanye #KejuAsliCheck untuk membantu para Ibu agar mengetahui bahan baku yang tepat dan berkualitas bagi buah hati. Para Ibu harus cermat dan pintar memilih produk keju cheddar untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Menurut Dian Ramadanti selaku Marketing Manager Keju Kraft mengatakan bahwa ada dua cara mudah untuk mengetahui keju cheddar berkualitas yaitu
  • Memastikan bahwa bahan utamanya adalah keju cheddar (bukan air atau tepung)
Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM) mengungkapkan bahwa komposisi bahan baku pada label pangan diurutkan berdasarkan jumlah, dari kandungan tertinggi ke rendah. Foto label kemasan dibawah sudah jelas memperlihatkan bahwa keju cheddar pada Kraft adalah komposisi utama.
  • Ada klaim nutrisi
Selain keju cheddar, Kraft juga memberikan nutrisi yang mendukung pada produknya. Hal ini dapat membuang kecemasan konsumen yang semakin sadar untuk menjaga asupan gizi yang cukup dan berimbang. Makronutrient (karbohidrat, lemak dan protein) yang terdapat dalam keju cheddar Kraft mampu memenuhi asupan gizi tersebut. Kekhawatiran konsumen terhadap natrium dan lemak jenuh juga dapat diatasi karena keju cheddar Kraft berasal dari lemak dan minyak nabati.



Dalam proses pengolahannya, keju cheddar Kraft menggunakan bahan baku terbaik. Keju asli dari New Zealand dengan nutrisi calcimilk yang kaya akan kalsium, protein dan vitamin D dihadirkan untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Kandungan kalsium dalam keju cheddar Kraft juga memenuhi 30% kebutuhan harian. Kalsium sendiri merupakan zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk pembentukan dan penguatan tulang. Selain itu, keju cheddar yang dihasilkan juga gurih tanpa perisa tambahan dengan aroma khas keju yang sulit untuk dilupakan.

Apresiasi Badan POM terhadap Kampanye #KejuAsliCheck


Menurut Badan POM, hadirnya kampanye #KejuAsliCheck sudah sesuai dengan aturan dari Badan POM No. 31 Tahun 2018 tentang label pangan olahan yaitu memberikan informasi yang jelas dan benar. Kampanye #KejuAsliCheck mengajak para ibu untuk memilih keju cheddar yang mendukung pemenuhan nutrisi pada anak.

Selain itu, jadilah konsumen cerdas untuk memeriksa label kemasan sebelum membeli. Apalagi dalam membeli makanan guna memenuhi nutrisi untuk tumbuh kembang anak.

Pastikan untuk selalu :
  • Cek Kemasan
  • Cek Label
  • Cek Izin Edar
  • Cek Kadaluarsa
Label kemasan sendiri umumnya berbentuk gambar, tulisan, atau kombinasi keduanya. Dimana label kemasan ini akan mengacu pada peraturan undang-undang yang berlaku. Selain bahan utama dan klaim kemasan, juga memuat keterangan nama dan alamat produsen serta label dengan mempunyai sertifikat halal yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang di Indonesia.

Cemilan Padat Gizi dari Keju Cheddar Kraft

Sejak dulu, mama selalu membuat cemilan sendiri. Selain hemat, mama bisa memastikan nutrisi yang diberikan untuk putra putrinya. Soal keju, mama selalu memilih keju Kraft karena memang rasanya yang lebih ngeju. Selain itu, nutrisi yang dikandung juga sudah lengkap sehingga membantu mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

Setelah saya jadi ibu, saya sadar bahwa ibu berperan penting dalam menghadirkan sajian penuh nutrisi. Alhamdulillah, keju cheddar Kraft hadir dengan standar keaslian keju yang sudah tidak perlu diragukan lagi. Selain itu, berbagai masakan praktis dan cepat saji bisa tersedia dengan adanya keju cheddar Kraft.

Ketika anak-anak mulai makan makanan pendamping ASI, saya selalu menyediakan sajian praktis nan penuh gizi. Salah satunya dengan membuat roti kukus.

Bahan-bahan yang diperlukan adalah
  • Roti tawar yang sudah disobek kasar sebanyak 2 atau 3 lembar
  • Susu rasa vanilla sebanyak 200ml
  • Margarin yang sudah dilelehkan secukupnya
  • Telur yang sudah dikocok sebanyak 1 butir
  • Tepung maizena yang dilarutkan air
  • Gula secukupnya
  • Keju cheddar Kraft yang sudah diparut
Cara Membuat :
  • Masukkan susu ke dalam panci lalu panaskan
  • Tambahkan telur, gula, margarin, tepung maizena dan keju cheddar sebagian lalu aduk rata
  • Terakhir tambahkan roti tawar, matikan api sesaat setelah mendidih
  • Tuang bahan ke dalam loyang yang sudah diolesi margarin
  • Masukkan loyang ke dalam panci kukusan
  • Kukus selama 10-15 menit
  • Angkat dan sajikan/didinginkan


Alhamdulillah, keju cheddar Kraft melalui kampanye #KejuAsliCheck hadir untuk menghalau kerisauan ibu-ibu seperti saya mengenai tumbuh kembang anak. Rasanya yang ngeju banget memang bikin kakak doyan. Jadi gak khawatir meski makan beratnya kurang karena bisa diganti dengan cemilan padat gizi dari keju cheddar Kraft. Makin cinta deh sama keju cheddar Kraft.























Yusriah Ismail
A Lifestyle Blogger, Read Aloud Certified and Parenthing Enthusiast

Related Posts

29 komentar

  1. Memilih asupan nutrisi yang tepat dan disukai anak memang sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak. Resep Roti Kukusnya saya contek ya mbak 😁😁

    BalasHapus
  2. jadi tambah yakin dalam memilih keju yang berkualitas baik ya, mba, sejak tau tentang kampanye kejuaslicheck ini. thankyou for sharing.

    BalasHapus
  3. Ngiler banget pengen cobain resepnya, mumpung ada stok keju kraft juga di rumah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. cobain mba.. favorit sy dan nak kanak ini 😍

      Hapus
  4. Wah baru tahu ada inovasi resep roti kukus keju cheddar. Bayanginnya lumer gurih manis berpadu mulut, super yummy pastinya 😀

    BalasHapus
    Balasan
    1. padat gizi juga.. bisa banget kalo anak males makan

      Hapus
  5. Jadi salah fokus sama editan gambarnya kak. Lucu banget, pakek canva atau apa kak?

    BalasHapus
  6. Suka deh sama infografis yang disampaikan. Sederhana, jelas dan tetap informatif

    BalasHapus
  7. Alhamdulillah anak-anak walaupun gak suka susu tapi hobi makaan kwju

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah.. apalagi kejuny penuh gizi ya mba 😍

      Hapus
  8. Buat anak anak beneran bagus ya karena ada manfaat susu. Lebih enak lagi karena rasanya pun sedap.

    BalasHapus
  9. Pemenuhan gizi anak wajib diutamakan oleh orang tua... keju bisa salah satu pilihan. Info yg sangat menarik tentang keju

    BalasHapus
  10. Wahhh... Cemilannya makin xsehat

    BalasHapus
  11. Penting banget memperhatikan asupan nutrisi untuk tumbuh kembang anak ya

    BalasHapus
  12. Membuat camilan sendiri memang lebih baik karena tau kandungan dan kehigienisannya ya mba. Jadi nutrisi anak juga lebih terjamin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul sekali mba 😍 terimakasih sudah mampir

      Hapus
  13. Wah,, resep roti kukusnya enak banget kayaknya. Eksekusi ah untuk anak di rumah. Apalagi anak-anak di rumah suka keju. Nutrisinya juga oke untuk tumbuh kembang anak.

    BalasHapus
  14. Kalau anak sampai divonis hampir kekurangan gizi ama nakes itu berasa banget patah hatinya.

    Paling cocok menambahkan keju ke dalam menu mereka, ya. Karena keju gak hanya mengandung kalsium tapi juga protein dan vitamin. Enak dan sehat.

    BalasHapus
  15. Yes Mbak. Saya pernah ngalami ini.. perkembangan anak bagus, tapi pertumbuhannya terhambat.

    BalasHapus
  16. Gizi buruk memang sangat memperihatinkan. Semoga dengan adanya kampanye ini dapat membuka kesadaran kita agar lebih cermat memperhatikan nutrisi buah hati dan terhindar dari gizi buruk.

    BalasHapus
  17. KRAFT Cheddar emang gak usah diragukan lagi kualitasnya ya, udah pasti #KejuAsliCheck saya sekeluarga juga konsumsi nih tiap hari

    BalasHapus
  18. Buat anak memang harus teliti ya. Soal nutrisi, apa lagi soal masa kadaluwarsa. Harus hati-hati biar tidak keracunan makanan.

    BalasHapus

Posting Komentar