yusriahismail.com

New Life New Love (Ulasan Buku)

21 komentar

"Bang, tadi kakak nangis ga berhenti-henti. Ada mungkin setengah harian. Terus adik pengen digendong terus. Masak belum kelar, cucian belum terjemur, piring-piring belum dicuci. Terus bang...." Sang perempuan masih melanjutkan ocehannya, sementara sang lelaki yang belum juga sempurna membuka sepatunya menghela nafas perlahan.

Matahari hampir tumbang, dan kini sang perempuan tersedu-sedu. Mata sang lelaki nanar, sudut matanya menangkap gambaran rumahnya yang seperti kapal pecah. Pening. Matanya terpejam.

Terbayang tadi siang motornya mogok, sementara pesanan yang harus diantarkannya tidak bisa menunggu. Akhirnya si pemesan membatalkan pesanan dan dirinya harus menanggung biaya pesanan makanan yang tidak sedikit itu. Risiko bagi ojek online.

"Abang tidak pernah dengerin aku kalo ngomong, " mata sang lelaki terbuka diiringi denyut hebat di kepalanya.

"Abang pusing dengerin aku cerita? Padahal ini tentang anak-anak kita bang. Aku lelah bang, aku capek. Tiap hari menghadapi anak-anak yang seperti tak pernah kehabisan baterai, " si perempuan makin tersedu.

"Sudahlah dek, jangan main drama. Abang juga lelah, " katanya sambil memijit kening.

"Abang emang sudah nggak sayang sama aku. Makanya tadi siang juga ga pulang kan bang? Biasanya abang pulang, tapi hari ini tidak. Yaa Allah bang, abang sudah bosan sama aku. Abang ada main dengan perempuan lain hah??, " si perempuan berteriak histeris.

Tenang..tenang.. Ini bukan kisah nyata. Bukan pula kisah dari sinetron azab yang judulnya bikin ngeri itu. Ini hanya ilustrasi kisah tentang dua orang manusia yang memiliki perbedaan gaya komunikasi. John Gray dalam bukunya menggambarkannya sebagai si Mars dan Venus.

Pengalaman Pertama Yang Tak Terlupakan

Dulu, sewaktu jadi mahasiswa bawaannya tas gembolan berisi laptop dan diktat kuliah. Tak lupa jas lab juga laporan praktikum yang tak ada habisnya. Wkwkw. Berangkat pagi buta untuk rapat dong, kuliah lalu hari ditutup dengan ikut rapat lagi. Kura-kura kalau katanya anak jaman sekarang. Kuliah rapat - kuliah rapat.

Kisah ini ditulis oleh 19 mantan mahasiswi berbeda angkatan yang dulunya sekampus ataupun tetangga kampus (PENS dan PPNS deketan euy). Kisah tentang pengalaman pertama menjadi istri atau ibu. Dulu yang kemana-mana sendiri, bahkan ngebolang naik motor dari Surabaya sampai Bojonegoro, Gresik, Jombang. Dulu cuman mikir diri sendiri, setelah menikah?

Kalau rumah tangga punya warna pasti udah warna-warni tuh yaa 😍
Kalau soal rasa, pastinya nano-nano 😆
Daann...buku ini punya semua warna dan rasa
Mulai dari masa adaptasi di awal pernikahan, baper-baperan sebagai newbie mom hingga roller coaster menjadi orangtua.

Roller Coaster Kehidupan


Ketika akad sudah diucapkan, maka saat itulah taaruf/perkenalan yang sesungguhnya dengan pasangan baru saja dimulai.

Apakah kita mampu bertanya dengan malu-malu dan hati-hati seperti saat taaruf pertama dulu?

Apakah setelah menikah, kita mampu mengelola kecewa saat jawaban dan sikapnya tak sesuai perkiraan?

Ah, pernikahan memang memiliki banyak ruang yang harus dikelola. Ya ruang ekspektasi, ruang lapang hati, ruang komitmen, ruang kecewa, ruang komunikasi, apalagi ruang rindu 😅

Begitupun ketika pertama kali menjadi ibu. Bahagia, Cemas, Antusias, Sedih bergantian hadir.

Ternyata, kisah setiap rumah tangga dan ibu itu unik. Meski, tampaknya sama tapi selalu ada kesan yang berbeda di masing-masing orang. Ya, kemampuan mengambil hikmah lalu merangkumnya dan menceritakan kembali pastilah tidak sama.

Anyway,

Ketika baca buku ini, ekspresi kamu bisa malu-malu lalu bahagia eh tetiba sedih.. pokoknya rasa jumpalitan ada di buku ini.

Ya, buku ini hadir sebagai pengingat, teman cerita, teman berbagi dan syukur-syukur jika ada hikmah yang bisa dipetik.
Bukumu adalah nasehatmu. 
Ini adalah tulisan tahun 2019 (terbit 2020), saat dimana saya masih banyak berkompromi dengan diri sendiri. Walaupun saat ini juga tak jauh beda 😁 tapi di usia pernikahan yang semakin bertambah, selalu ada pemahaman baru yang tumbuh.

Well,

Sungguh kebahagiaan luar biasa bertemu penerbit yang tidak hanya baik dan ramah tapi juga amanah. Kesyukuran tak terperi berkumpul dengan kontibutor penulis yang sebagian besar kenal dari jaman kuliah, sekitar 13 tahun yang lalu.

Dan sangat terharu ketika buku ini bertemu pembacanya. Diangkat dari kisah nyata tanpa ada maksud membandingkan karena setiap keluarga punya cerita indahnya masing-masing ❤🙏

𝑬𝒗𝒆𝒓𝒚 𝒍𝒐𝒗𝒆 𝒔𝒕𝒐𝒓𝒚 𝒊𝒔 𝒃𝒆𝒂𝒖𝒕𝒊𝒇𝒖𝒍 𝒃𝒖𝒕 𝒐𝒖𝒓𝒔 𝒊𝒔 𝒎𝒚 𝒇𝒂𝒗𝒐𝒓𝒊𝒕𝒆

#eh 😂

Yusriah Ismail
Pembelajar juga Pencerita

#MenulisAdalahMenasehatiDiriSendiri

Gimana Kata Mereka



Spesifikasi Buku



Yusriah Ismail
A Lifestyle Blogger, Read Aloud Certified and Parenthing Enthusiast

Related Posts

21 komentar

  1. roller coaster kehidupan sering banget aku alami bahkan sampe tahun 2022 huhuhuhu tp gapapa, tetap harus semangat :')

    BalasHapus
  2. Nyari-nyari gambar cover bukunya gak nemu. Selamat ya, Mbak atas dipublikasikannya tulisan mbak. Tetep semangat.

    BalasHapus
  3. Selamat mba atas dipublikasikan tulisannya.
    Memang kehidupan ini naik turun, harus bersabar dan pandai memetik hikmah.. 🙏

    BalasHapus
  4. waah, seru banget, nih, mba, buku antologi yang berisi cerita zaman masa keemasan yang bisa bebas terbang kemana2 dan berbanding dengan kehidupan kini dengan status yang berbeda dan tentunya kesempatan yang berbeda juga. selamat ya mba,...atas buku antologinya.

    BalasHapus
  5. Bener banget, Mbak. Setiap keluarga punya keindahan dan pergulatannya masing-masing.. Jadi ingat don't judge by its cover..
    Btw, selamat buat buku antologinya, Mbak..

    BalasHapus
  6. Yeayy... Buku baru.. Selamat sudah lahir, selamat menemukan pembaca yang tepat..

    BalasHapus
  7. mbak, boleh minta gambar bukunya?

    BalasHapus
  8. kalau dikumpulkan bisa jadi novel kak. bagus ceritanya. mengalir begitu,

    BalasHapus
  9. menarik bukunya mbak
    hidup memang seperti roller coaster, tinggal bagaimana kita menyikapinya
    yuk mbak lahirkan buku lainnya, setiap buku akan menemukan pembacanya

    BalasHapus
  10. penasaran ama bukunya deh Mba, aku yang belum menikah, jadi ingin mempersiapkan segala sesuatu terkait kehidupan baru dalam rumah tangga. Pertimbangan-pertimbangan ini sangat dibutuhkan untuk bekal persiapan menuju kehidupan baru itu.

    BalasHapus
  11. Masya Allah selamat dan semoga bukunya jadi asset berharga till Jannah

    BalasHapus
  12. barakallah atas bukunya ya mbak, semangat trus menulisnya. naik roller coaster memang asyik dan menguji adrenalin. sama halnya dengan kehidupan, kadang asyik, kadang menegangkan. yang bikin aneh tuh jadi nagih pingin naik lagi, hihihihihi...

    BalasHapus
  13. jadi penasaran mau cus cari buku ini....

    BalasHapus
  14. kesian itu si suamik juga puyeng baru pulang kerja yak... hehehehe.... sementara istrinya juga capek ngurus anak dan rumah... well situasi ini pasti akrab lah ya dan relate banget dengan kehidupan rumah tangga. kabar baiknya, bisa jadi ide cerita juga...

    BalasHapus
  15. Aku sudah banyak mendengar kisah tentang asam manis dunia pernikahan. Kadang membuatku merasa khawatir untuk sebuah pernikahan. Tapi, aku tahu. Kita pasti memiliki jalan cerita masing-masing untuk sebuah hubungan.

    BalasHapus
  16. Baca parahraf awal udah kaya drama sinetron Indonesia. Tapi ngebayangin suaminya keknya sabar... soalnya nggak ngegas ke istrinya. Padahal istrinya drama banget 😂

    BalasHapus
  17. Kebayang serunya isi buku yang sarat hikmah ini, Mba. Setuju dengan banyak ruang yang hadir setelah akad terucap. Ulasan buku yang menarik, Mba. Semoga satu saat bisa baca buku ini.

    BalasHapus
  18. Ulasan yang menarik, Kak. Ceritanya hidup banget, ngena banget emosinya. Btw, tentu tidak mudah ya bisa berkumpul 19 orang ini menyatukan ide. keren, dan selamat untuk karya ini.

    BalasHapus
  19. Kenyataan yang tak seindah dengan harapan adalah sebuah pernikahan. Benar sekali mbak, ekspetasi yang terlalu tinggi sebelum menikah kadang menjadi salah satu duri dalam rumah tangga. Sayangnya, tidak ada sekolah yang menyiapkan kita untuk mampu menhadapi roller coster sebuah pernikahan. Selamat untuk bukunya mbak ..

    BalasHapus
  20. Emang benar ya mba menikah itu ibadah yang paling lama. Ujiannya sepanjang masa.

    BalasHapus
  21. Dari ulasannya, bukunya sangat menarik sepertinya. Jadi pengen baca deh mbak. Kayaknya lebih ke kisah inspiratif ya mbak?

    BalasHapus

Posting Komentar